Berharap Kontraktor Lokal Jadi “Tuan” Di Negeri Sendiri

Era globalisasi dan perdagangan sudah berada di depan mata. Genderang  kompetisi di berbagai bidang tak terkecuali sektor konstruksi sudah mulai berdentang. Masuknya kontraktor atau para engineer asing ke Indonesia, untuk beberapa kalangan More »

Bisnis Properti di Indonesia Masih Jadi Primadona Untuk Investasi

Pembangunan pesat yang ada di Indonesia, rupanya menarik minat besar para investor untuk menanamkan modalnya. Tak hanya konglomerat dalam negeri, kalangan taipan luar negeri pun mulai melirik sektor yang  menjadi salah satu More »

Save The Water – Save The Earth

Terkait Hari Air Sedunia di tahun 2012, Ibarat pepatah mengatakan tak ada air maka tak ada kehidupan. Sungai, danau, dan sumber daya air lainnyaharus termanfaatkan secara baik dengan tingkat penghematan yang optimal More »

Pembangunan JORR Akan Naikan Potensi Ekonomi Kawasan

Infrastruktur jalan di Jakarta diupayakan terus dibangun agar dapat mengurai kepadatan lalu lintas. Pembangunan infrastruktur ini juga dapat menaikan potensi ekonomi kawasan yang dilalui, sehingga dapat menggerakan perekonomian secara menyeluruh…. Simak sajian More »

Potensi Bisnis Alat Berat di Indonesia Belum Tergarap Optimal

Prospek bisnis alat berat di Indonesia masih menjanjikan. Pesatnya pembangunan sektor konstruksi di tanah air, memicu demand yang tinggi  alat berat untuk kebutuhan proyek. Namun sayangnya, bisnis belum tergarap optimal di tanah More »

RUU Jasa Konstruksi Dukung Percepatan Pembangunan Nasional

Wakil Ketua Komisi V DPR Muhidin M. Said mengatakan, Sektor jasa konstruksi adalah salah satu sektor strategis dalam mendukung tercapainya pembangunan nasional. Posisi strategis tersebut dapat dilihat dari adanya keterkaitan dengan sektor lain. jasa konstruksi sesungguhnya merupakan bagian penting dari terbentuknya produk konstruksi, karena jasa konstruksi menjadi arena pertemuan antara penyedia jasa dengan pengguna jasa.

Menurutnya, terdapat beberapa faktor penting yang mempengaruhi perkembangan sektor konstruksi seperti pelaku usaha, pekerjanya dan rantai pasok yang menentukan keberhasilan dari proses penyediaan jasa konstruksi, yang menggerakkan pertumbuhan sosial ekonomi.

Berdasarkan data BPS, kontribusi sektor jasa konstruksi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dalam tiga tahun terakhir adalah sebagai berikut, di tahun 2010, sektor konstruksi mencapai sekitar 10.25 persen dari Produk Domestik Bruto atau sekitar Rp. 660.89 Triliun, dan menempati peringkat kelima jika dibandingkan dengan sektor lainnya.

“Sedangkan di tahun 2011, kontribusi sektor konstruksi terhadap PDB adalah 10.16 persen atau sekitar Rp. 754.483 Triliun dan menempati peringkat keenam,” paparnya.

Sementara untuk tahun 2012, kontribusi sektor konstruksi terhadap PDB adalah 10.45 persen atau sekitar Rp. 860.9 Triliun serta menempati peringkat keenam dibandingkan dengan sektor lainnya. Dari data tersebut dapat terlihat bahwa dalam tahun 2011, dan 2012 ranking sektor konstruksi mengalami penurunan 1 peringkat dari tahun 2010. RUU Jasa Konstruksi diharapkan dapat meningkatkan kontribusi sektor konstruksi bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Menperin MS Hidayat : Lebih Baik Rusunami Ketimbang Rusunawa Untuk Buruh

Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat tidak sepakat dengan rencana Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz yang mengutamakan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) untuk para buruh.

Menurut Menperin MS Hidayat, yang terbaik adalah konsep Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami), sehingga buruh memiliki kepastian untuk memiliki rumah. Konsep Rusunawa sebenarnya cukup membantu, tapi tidak untuk jangka panjang karena tak ada ketidakpastian untuk para buruh tersebut. Kalau rusunawa juga baik, tapi kita melihat untuk jangka panjang, mereka juga nggak punya kepastian.

Hidayat beralasan dengan membangun rusunami, buruh memiliki sebuah kepastian tempat tinggal, dengan demikian keluarganya bisa ikut tinggal. Menurutnya lokasi pembangunan rusunami harus di lokasi strategis. Artinya berada dalam satu komplek pabrik atau di lokasi yang memiliki akses transportasi yang mudah.

“Kalau tidak di dalam satu komplek paling tidak bisa sangat berdekatan, sehingga buat pengusahanya juga bisa menguntungkan buruhnya tinggalnya didekat itu dan buruh tidak terganggu masalah transportasi. Sekarang ini kan di Batam lagi di konsep oleh Kemenpera, berhasil nggak?”, tuturnya.

Grand Launching Proyek INTERMARK

Foto Proyek Peresmian Intermark

Pengembang Merdeka Ronov Indonesia menggelar Grand Launching proyek Mixed Use Development kepada publik pada hari Sabtu 2 Maret 2013 di lokasi pembangunannya, Jalan Lingkar Timur Serpong, exit pertama tol BSD. Proyek Intermark yang dibangun di atas lahan seluas 12.000 m2 ini memiliki konsep Mixed Use. Proyek ini memadukan beberapa fungsi properti seperti pekerjaan (office), perumahan (residential), dan kegiatan komersial (commercial area) yang berdekatan dan saling terkait.

Diutarakan Ronaldo Maukar, Direktur Utama Merdeka Ronov Indonesia, penerapan konsep mixed use pada proyek Intermark terdiri dari apartemen Tuscany Residence, perkantoran Associate Tower yang akan dikelola PT Colliers International, hotel bintang empat yang dikelola Swiss Belhotel, Merdeka Assembly Hall, Shop houses Alfresco Dining, dan Commercial Area.

Sebagai proyek properti berkonsep Mixed Use pertama di Serpong, Intermark sudah seharusnya memiliki nilai properti yang lebih tinggi dari pada properti single function. Untuk mendukung seluruh aktivitas office, residential, function hall, dan commercial area, Intermark dilengkapi dengan 3 lantai semi basement yang dilengkapi dengan ruko dan area parkir berkapasitas parkir 600 unit mobil.

Berbagai akses transportasi juga dapat dinikmati para tenant INTERMARK. Hanya dibutuhkan 15 menit untuk mencapai pusat kota Jakarta melalui tol. Stasiun Kereta Api Rawa Buntu yang melayani rute Palmerah, Kebayoran Lama, Tanah Abang, Sudirman, Manggarai, hingga stasiun Jakarta Kota, juga dapat menjadi pilihan berkendara untuk mencapai pusat kota Jakarta.

 

Liputan Komprehensif Tentang Infrastruktur Jalan Tol Di Indonesia

Menyajikan tulisan tentang sejarah pembangunan infrastruktur jalan tol dan perkembangannya hingga saat ini, dengan narasumber-narasumber terkait dan kompeten dibidang jalan tol. Sekaligus informasi terkini tentang Jasa Marga, sebagai salah satu perusahaan pengelola jalan tol. Simak dan dapatkan beritanya di edisi Maret 2013, jangan sampai ketinggalan….

Ikatan Alumni Arsitektur ISTN Terbentuk

Foto Pelantikan INIArs

Sebagai salah satu perguruan tinggi teknik swasta tertua di Indonesia, Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta yang didirikan oleh Bapak Beton Indonesia Prof. Roossenno telah memiliki ribuan alumni dari semua program studi, yang mengabdi untuk negeri ini di berbagai bidang terutama sektor konstruksi dan tersebar di seluruh Indonesia bahkan mancanegara.

Ikatan Alumni Institut Sains dan Teknologi Nasional  bernama INI-ISTN diketuai oleh Ir. M Sanusi dan  bertepatan dengan Dies Natalis ke 62 kampus ISTN Desember 2012 lalu, Ketua INI-ISTN melantik dan meresmikan terbentuknya pengurus Ikatan Alumni Arsitektur ISTN yang disingkat dengan INIARS-ISTN.

INIARS ISTN sendiri diketua umumnya adalah Ir. Jane Katharina, MM dibantu dengan 2 orang  ketua yaitu Ir. Adnan Saputra dan Ir. Amirul Falakh dan Wakil Ketua Ir. Riyantono, posisi sekretaris dijabat oleh Ir. Febriana Sita Sari dan Yolla Kowal Sefindra, untuk Bendahara dipegang oleh Ir. Yuniarti Rachma Dien dan Ir. Naomi Shallima. Organisasi ini juga dibuat  para kepala bidang dengan masing-masing fungsi , untuk bidang sosial kemasyarakatan  diketuai Ir. Mahisa Bayu Hanika, bidang kemitraan dipimpin oleh Ir. Ahmad Arifin Lubis, bidang Komunikasi dan Alumni diketuai Ir. Novita Olivia, MM, bidang Organisasi diketuai Ir. Partoba Pangaribuan, bidang Dunia Usaha & Profesi diketuai Ir. Eko Ujiyono dan bidang Antar Lembaga dipimpin oleh Ir. Marco A Limahelu, M.Ark.

Dewan penasehat juga dibentuk untuk mengawasi jalannya organisasi agar sesuai dengan tujuan. Anggota Dewan Penasehat ini terdiri dari para alumni jurusan teknik arsitektur ISTN berbagai angkatan yang sebelumnya merupakan formatur bagi terbentuknya INIARS ISTN.

Kemenpera Akan Bangun Rusunawa Khusus Pekerja Di Cakung

Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz akan membangun rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) khusus untuk pekerja di daerah Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur. Tarif sewa rusun ini akan dipatok sangat murah Rp 50.000/bulan, belum termasuk listrik dan air.

Alasan dibangunnya di daerah tersebut karena wilayah tersebut merupakan perbatasan antara DKI Jakarta dengan Kota Bekasi dimana daerah tersebut banyak sekali pabrik yang memiliki banyak pekerja.

Kemenpera rencananya akan membangun sekitar tiga tower Rusunawa dimana masing-masing tower nantinya diisi sekitar 600 tempat tidur untuk para pekerja.

Rusunawa yang akan dibangun setinggi enam lantai tersebut nantinya dilengkapi fasilitas lift sehingga mempermudah para pekerja yang tinggal di lantai atas. Biaya pembangunan satu tower tersebut sekitar Rp 15 miliar

“Tarif sewa kamarnya diperkirakan hanya sekitar Rp 50.000 per orang di luar listrik dan air. Rusunawa itu nantinya hanya dihuni oleh para pekerja saja. Jadi keluarga para pekerja diharapkan dapat kembali ke kampung halamannya masing-masing,” kata Djan Faridz.

Selain di Rawa Bebek, Kemenpera juga akan terus berupaya mendorong pemerintah daerah yang memiliki daerah-daerah industri untuk membangun Rusunawa untuk para pekerja. Beberapa daerah yang menjadi target pembangunan Rusunawa pekerja antara lain Jabodetabek khususnya di Karawang, Bekasi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Ujung Pandang dan Bali.

“Kami juga berharap peran serta para pengusaha dan Pemda untuk ikut membangun Rusunawa untuk para pekerja. Adanya Rusunawa yang dekat dengan pabrik juga dapat mengurangi mobilitas para pekerja sehingga arus lalu lintas tidak terlalu padat,” kata Djan.

Selain itu, ia meminta Gubernur DKI Jakarta Jokowi untuk mempercepat proses pengurusan surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Rawa Bebek, Cakung. Adanya IMB tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan Rusunawa pekerja yang akan dibangun oleh Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) di sejumlah wilayah industri yang tersebar di Jakarta.

“Saat ini kami tinggal menunggu IMB dari Gubernur DKI Jokowi yang belum keluar hingga saat ini. Kami harap Pemda DKI bisa mempercepat proses pengurusannya agar pembangunan Rusunawa pekerja bisa cepat terlaksana,” ujar Menpera Djan Faridz.

Pemerintah Tawarkan 3 Proyek Jalan Tol Kepada Investor

Pemerintah Republik Indonesia melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) siap melakukan penawaran  untuk 3 ruas proyek jalan tol yang tersebar di Indonesia pada tahun  2013 ini.

Kepala Sub Direktorat Infrastruktur Transportasi Darat, Jalan dan Jembatan BKPM, Dendy Apriandi mengatakan, penawaran 3 ruas tol itu merupakan bagian dari 15 proyek infrastruktur yang ditawarkan oleh BKPM melalui pembiayaan Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) di tahun ini.

Pengembangan ruas tol yang ditawarkan tersebut antara lain adalah ruas Pandaan-Malang di Jawa Timur sepanjang 38,5 kilometer dengan nilai proyek US$ 420 juta atau Rp 3,9 triliun. Ruas Manado-Bitung Trace juga ditawarkan sepanjang 31,8 kilometer dengan nilai US$ 353 juta (Rp 3,3 triliun). Pengembangan ruas terakhir yang masuk dalam rencana penawaran  adalah ruas tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

Proyek Waduk Ciawi Akan Dibangun Tahun 2014

Proyek pembangunan Waduk Ciawi, Jawa Barat , hingga kini masih belum berjalan. Pemerintah masih melakukan kajian ulang terhadap proyek yang ditargetkan mulai dibangun tahun 2014 tersebut.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum Muhammad Hasan mengatakan,  pemerintah sedang mengkaji ulang desain dari waduk Ciawi tersebut, besar kemungkinan desain dari waduk tersebut akan diubah.

“Kita sedang review lagi desainnya. Pak Menteri (Djoko Kirmanto) sudah setuju akan membangun Waduk Ciawi, namun  lokasinya terletak pada posisi fondasi yang relatif lemah, jadi kita harus hati-hati,” ungkap Hasan di acara Workshop Kerjasama Indonesia-Jepang dalam bidang Sabo di Jakarta.

Dikatakan Hasan, desain dari pembangunan waduk ini diubah, otomatis kemungkinan besar kapasitas tampung dari waduk ini pun akan berubah. Dari desain awal, kapasitas tampung waduk ini sebesar 39 juta kubik.

“Desain awal itu daya tampungnya 39 juta meter kubik dengan ketinggian sekitar 60 meter, namun akan kita kaji lagi. Ada kemungkinan berkurang, karena berbahaya. Jadi harus diperhatikan. Karena potensi bahayanya itu Ciawi ke arah Jakarta, oleh karena itu bangun tinggi-tinggi juga harus hati-hati,” tutur Hasan.

Hasan mengungkapkan, untuk pembangunan waduk ini akan tetap berjalan sesuai target, yakni pada tahun 2014, waduk ini sudah siap untuk dibangun. Kajian kita harapkan selesai tahun ini, 2014 tetap dibangun, mungkin bentuk daripada desainnya maupun volumenya ada perubahan, tergantung daripada kondisi geologinya tadi.

Bank BTN Tetap Fokus Salurkan Kredit Properti

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) tetap fokus pada penyaluran kredit untuk properti tahun 2013. Ditargetkan outstanding kredit sebesar 23 persen. Dimana untuk sektor perumahan diberikan porsi 86 persen. Demikian dikatakan Direktur Utama BTN Maryono saat melangsungkan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI.

“Target kredit tahun ini 23 persen untuk outstanding, hampir sama dengan 2012. Sekitar itu. Tapi untuk realisasi baru bisa sampai 30 persen. Porsi untuk sektor perumahan adalah sebesar 86 persen. Sedangkan sisanya akan diupayakan secara optimal untuk sektor non perumahan namun dengan skala mikro,” terangnya.

Selain itu, Ia menambahkan dana pihak ketiga (DPK) akan ditargetkan tumbuh sebesar 22 persen. Sedangkan porsi CASA (giro dan deposito) ditargetkan mencapai 50 persen.

600 Miliar Rupiah Dianggarkan Kemenpera Untuk Bangun 3 Rusun di Tahun 2013

Kementerian Perumahan Rakyat  (Kemenpera) menganggarkan dana sekitar Rp 600 miliar untuk membangun 3 rusun di tahun 2013 yang berlokasi seluruhnya  di provinsi DKI Jakarta. Demikian disampaikan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz usai mengikuti rapat kerja pemerintah di Kantor Kementerian Menko Perekonomian Jakarta.

“Kita anggarkan Rp 600 miliar untuk membangun 3 rusun di Manggarai, Pasar Minggu dan Eks Dinas Jakarta Timur. Ke 3 rusun itu ditargetkan siap huni tahun 2014. Tujuan didirikan 3 rusun itu merelokasi warga di Bantaran Sungai Ciliwung dengan target 2014 selesai. Rumah susun ini penting untuk merelokasi penduduk di sekitar bantaran sungai Ciliwung,” ujar Djan Faridz.

Rusun yang direncanakan mempunyai tinggi 24 lantai ini nantinya akan diberikan subsidi pembiayaan sewa oleh Pemprov DKI Jakarta, rusun tersebut sudah dilengkapi dengan perabot rumah tangga. “Untuk sewa ini biaya lebih murah karena Pemda mau subsidi jadi jauh lebih murah bisa di bawah Rp 200 ribu. Dari total 34 ribu jumlah KK di Ciliwung, kita inventarisir sekitar 10 ribu yang akan direlokasi,” jelasnya.